RPP 1

11.43 Edit This 0 Comments »
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Mata Pelajaran :Bahasa Indonesia
Kelas / Semester :VI /2
Alokasi Waktu :2 X 35 Menit


I. Standar Kompetensi
Membaca
7. Memahami teks dengan membaca intensif dan membaca teks drama.
II. Kompetensi Dasar
7.2 Mengidentifikasi berbagai unsur (tokoh, sifat, latar, tema, jalan cerita, dan amanat) dari teks drama anak
III. Indikator
7.1.1 Mampu mengidentifikasi tokoh dan watak tokoh dalam cerita
7.1.2 Mampu menemukan latar cerita
7.1.3 Dapat menemukan amanat dan isi
IV. Tujuan Pembelajaran
- Siswa dapat mengidentifikasi tokoh dan watak tokoh dalam cerita
- Siswa mampu menemukan latar cerita
- siswa dapat menemukan amanat dan isi dari sebuah cerita.
V. Materi Pokok
Mengidentifikasi unsur teks drama melalui kegiatan membaca
VI. Metode Pembelajaran
• Ceramah bervariasi
• Diskusi
• Tanya jawab
VI. Model Pembelajaran
• NHT (Numbered Heads Together)

VII. Materi Ajar
Menentukan Tokoh dan Penokohan
Tokoh merupakan pemeran dalam sebuah cerita. Penokohan adalah gambaran sifat-sifat atau watak dari tokoh cerita.
Menentukan Latar Cerita
Latar cerita yaitu keterangan mengenai waktu, suasana, dan tempat. Latar waktu misalnya malam hari. Latar tempat misalnya rumah dan pedesaan.
Menentukan Tema Cerita
Untuk menentukan tema dari cerita, kita harus terlebih dahulu menentukan ide pokoknya. Ide pokok dapat dikembangkan oleh penulis, sehingga membentuk suatu cerita. Tema merupakan jiwa dari suatu cerita. Cerita berkembang dari suatu tema.
Menentukan Amanat Cerita
Amanat cerita adalah pesan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca cerita.

VIII. Langkah – Langkah pembelajaran
Pra Kegiatan
• Pengondisian kelas
• Daftar hadir
• Menyiapkan bahan ajar
• Do’a
1.Kegiatan Awal
• Apersepsi : Guru bercerita tentang pengalamannya meramaikan kegiatan bulan Agustus dalam sebuah pentas seni. Ketika itu Ibu guru memainkan sandiwara tentang ande- ande lumut bersama dengan teman- teman Ibu, Ibu guru berperan sebagai Klenting Kuning yang di culik oleh Yuyu Kangkang. Kemudian Guru bertanya pada siswa, “Nah, kira – kira Kegiatan ibu dan teman- teman dalam pentas seni itu dinamakan apa anak - anak ?”
• Motivasi : Kalau kalian ingin berpartisipasi dalam perayaan hari kemerdekaan seperti waktu muda ibu dulu sekarang kalian harus memahami apa saja yang harus ada dalam sebuah drama.
• Guru menginformasikan tujuan pembelajaran
2.Kegiatan Inti
• Guru menjelaskan tentang langkah langkah membaca intensif
• Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
• Guru memberikan nomor kepala kepada masing- masing kelompok,
- Nomor 1 = Tema / gagasan utama cerita
- Nomor 2 = Penokohan : gambaran tentang sifat atau watak tokoh
- Nomor 3 = Alur/plot : rangkaian atau jalannya suatu cerita
- Nomor 4 = Setting : tempat atau waktu terjadinya peristiwa
- Nomor 5 = Amanat : pesan yang disampaikan penulis kepada
• Guru membagikan teks bacaan kepada masing-masing kelompok
• Siswa mulai membaca teks bacaan
• Guru membimbing dan mengamati.
• Setelah selesai, guru memanggil nomor salah 1 nomor dari salah 1 kelompok untuk menjawab pertanyaan, dan siswa yang mendapat nomor sama disuruh berdiri untuk mengoreksi jawaban dan seterusnya sampai pertanyaan berhasil dijawab semuanya
• Guru memberikan reward kepada kelompok dengan nilai tertinggi
3. Penutup
• Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal yang belum jelas.
• Guru dan siswa membuat kesimpulan.
• Guru menarik kertas bacaan masing- masing kelompok kemudian siswa diminta untuk merangkum isi bacaan dengan kalimat mereka sendiri- sendiri

VIII. Alat dan Sumber Belajar
• Buku bahasa indonesia untuk SD KELAS VI
• LKS
IX. Penilaian
• Bentuk penilaian : kelompok dan individu
• Jenis Tes : tes tertulis (soal dalam LK)dan lisan (tanya jawab)
Lembar penilaian kelompok
No. Aspek Penilaian Bobot Nilai
1. Mengidentifikasi tokoh dan menjelaskan
a. semua(3)
b. sebagian besar (2)
c. sebagian kecil (1) 5
2. Menjelaskan watak tokoh dalam cerita
a. tepat (3)
b. kurang tepat (2)
c. tidak tepat (1)
3. Menemukan latar, tema, dan amanat
a. Tepat (3)
b. Kurang tepat (2)
c. Tidak tepat (1) 5
4. Menemukan tema dan amanat cerita
a. tepat (3)
b. kuang tepat (2)
c. tidak tepat (1) 5
5. Menjawab pertanyaan tentang isi cerita
a. Semua benar (3)
b. Sebagian besar benar (2)
c. Sebagian besar salah (1) 5
Keterangan
Skor maksimal 5 (3 X 5) = 75
Skor perolehan
Nilai Perolehan siswa = X 100
Skor maksimum

Lembar Pengamatan individu Siswa

No Nama Aspek yang dimati Jumlah Nilai
Keaktifan Keseriusan Ketepatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
dst

Keterangan :
4 = Baik sekali 2 = Cukup Nilai = jumlah skor X 5
3 = Baik 1= Kurang 6
Lembar Kerja Siswa
Anak- anak ini adalah teks drama, tolong kalian baca kemudian pertanyaanya dijawab !

Cermin Penunjuk Sifat Buruk
Suasana di kamar seorang ratu sebuah kerajaan. Di kamar tersebut, banyak sekali cermin besar terpasang di dindingnya. Matahari baru saja terbit dan sinarnya masuk ke kamar mem bangunkan sang Ratu dari tidurnya. Ia segera bangun dan menghampiri salah satu cermin yang terpasang di dinding kamarnya. Sang Ratu tersenyum melihat bayangannya sendiri. Ia lalu duduk di atas tempat tidurnya. Ia mengambil sebuah cermin kecil bergagang yang tergeletak di atas sebuah meja. Ia memandangi bayangan dirinya sambil tersenyum. Tanpa sengaja sang Ratu menjatuhkan cermin yang dipegangnya, dan cermin itu pecah. Sang Ratu kaget dan marah.
Ratu : "Pengawal… cepat ke sini!" (Dua orang pengawal datang tergopoh).
Pengawal 1 : "A-ada apa, Ratu?”
Ratu : (menunjuk ke bawah) "Kau lihat, satu cermin milikku pecah, kalian
harus segera mencari penggantinya!"
Pengawal 2 : (kebingungan) "Ke mana kami harus mencari nya, Ratu?"
Ratu : "Aku tak mau tahu! Cepat kalian cari lagi cermin untuk ku!"
Kedua pengawal itu lalu segera pergi ke pasar kota. Suasana pasar kota ramai. Kedua pengawal berjalan menuju toko tempat sang Ratu biasa membeli cermin. Di sana mereka segera menghampiri seorang bapak tua yang juga pemilik toko.
Pengawal 1 : "Kami sedang mencari sebuah cermin untuk sang Ratu. Dapatkah
kau membantuku?"
Pemilik took : "Sebuah cermin? Bukankah sang Ratu telah me miliki banyak cermin?"
Pengawal 2 : "Tapi sekarang, sebuah cermin nya pecah dan sang Ratu ingin
mendapatkan penggantinya."
Pemilik toko : "Oh maaf, Tuan! Sejak dibeli oleh Ratu, cermin di sini sudah habis."
Pengawal 1 : "Jadi, di mana lagi kami bisa menemukan toko yang menjual cermin?"
Pemilik toko : (kebingungan) "Entahlah, aku pun sedang kesusahan mencari persediaan cermin untuk dijual.”
Kedua pengawal itu lalu keluar dari toko cermin. Wajah mereka penuh kebingungan.
Ketika sedang berjalan, mereka tanpa sengaja melihat seorang pemuda yang sedang
duduk di bawah pohon. Di dekatnya, bersandar sebuah cermin dengan bingkai kotak
dari kayu. Kedua pengawal menghampiri pemuda itu.
Pengawal 2 : "Apakah cermin itu akan kau jual?"
Pemuda : (menoleh ke cermin di sampingnya) "Benar Tuan, tapi sejak tadi tak
juga ada orang yang mau membeli."
Pengawal 1 : (tersenyum) "Kau mujur, sang Ratu akan membeli cerminmu."
Pemuda : (kaget) "Tapi, tuan cermin itu bukan cermin biasa. Aku takut sang
Ratu tidak menyukainya."
Pengawal 1 : ( b e r k a t a s a m b i l membentak) "Cermin, ya, tetap cermin. Apa
bedanya?"
Pengawal 2 : "Sudahlah, kau ikut kami saja ke istana."
Si pemuda lalu berjalan menuju istana. Setibanya di istana, kedua pengawal tersebut segera mengantarkan si pemuda ke hadapan Ratu.
Ratu : "Apakah cermin itu milikmu?"
Pemuda : (berkata dengan takuttakut) "Benar Ratu, tapi hamba ragu kalau Ratu menyukai cermin ini."
Sang Ratu menghampiri cermin milik pemuda tersebut. Ia segera berkaca. Tapi tiba-tiba, mukanya berubah pucat pasi.
Ratu : "Hah…"
Pemuda : (berkata sambil menunduk) "Maaf Ratu, cermin itu memang bukan cermin biasa. Cermin itu dapat menunjukkan sisi buruk seseorang."
Ratu : (memandang ke arah pemuda) "Lalu, apa maksudnya cermin itu menunjukkan ada banyak ulat di wajahku?"
Pemuda : "Ulat itu adalah lambang dari keserakahan Ratu."
Ratu : (marah) "Kau ingin bilang kalau aku serakah?"
Pemuda : "Hamba hanya mengingatkan. Selama ini, Ratu sering membeli
barang berlebih walaupun se benarnya tidak begitu penting."
Ratu : "Aku memang mempunyai banyak cermin. Apakah itu serakah?"
Pemuda : "Hamba tahu, tanpa cermin pun Ratu tetap terlihat cantik. Tapi, jangan sampai itu membuat Ratu lupa akan rakyat yang Ratu pimpin."
Ratu : (terdiam sejenak mendengar jawaban pemuda. Ia tersenyum) "Kau benar anak muda. Aku memang telah me lupakan tanggung jawabku kepada rakyat. Apakah aku harus membuang semua cermin milikku?"
Pemuda : "Lebih baik diberikan kepada rakyat saja. Agar setiap kali mereka bercermin, mereka akan selalu teringat pada Ratu mereka yang bijaksana."
Ratu mengangguk-angguk. Ia bahagia mendengar jawaban pemuda tersebut.
Ratu : "Lalu, bolehkah aku meminta cermin milikmu ini?"
Pemuda : "Untuk apa? Bukankah cermin ini dapat membuat Ratu takut?"
Ratu : "Dengan cermin ini, aku berharap dapat memperbaiki sisi buruk yang ada dalam hatiku."
Pemuda itu tersenyum dan memberikan cerminnya pada sang Ratu. Sejak saat
itu, tak ada lagi seribu cermin yang menghias istana sang Ratu. Hanya ada satu
cermin yang tersisa di istana, yaitu cermin penunjuk sifat buruk.

Naskah drama ini adalah hasil pengubahan dari cerpen
"Cermin Penunjuk Sifat Buruk"
Sumber: Bobo, 22 Februari 2007

0 komentar:

TWITTER

Recent Post